Yoga dalam Memerangi Sad Ripu Sebagai Upaya Mencegah Pengaruh Narkoba

(Sumber Foto: https://www.history.com)

Indonesia kini tengah berada pada situasi darurat narkoba. Penyebaran narkoba kian hari semakin meningkat. Narkoba telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat baik masyarakat kelas atas, menengah hingga bawah. Narkoba tidak hanya menyebar dikalangan masyarakat dewasa, namun juga dikalangan remaja hingga anak-anak (https://bnn.go.id/, 2019). Tidak hanya di wilayah atau kelompok tertentu, tetapi telah merambah di sekolah-sekolah, di tempat-tempat hiburan, bahkan wilayah yang padat penduduknya, tidak peduli diperkotaan maupun  pedesaan. Bahkan para generasi Hindu telah banyak yang bersentuhan dengan benda terlarang ini.

Mengonsumsi narkotika tentunya merupakan dosa besar bagi umat Hindu.  Hal ini dikarenakan dapat merusak keseimbangan antar unsur dalam tubuh jasmani manusia itu sendiri. Selain itu , narkoba juga dipandang sebagai penghalang bagi manusia untuk dekat dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sebagaimana yang dijelaskan dalam  kitab  Saracamuscaya, sloka 256:

Janganlah hendaknya mengambil barang orang lain, janganlah meminum – minuman keras dan obat – obatan terlarang, melakukan pembunuhan, berdusta karena itu akan menghalangi untuk menyatu dengan Tuhan.

Orang yang telah mengonsumsi narkoba berarti ia telah terpengaruh oleh sifat sad ripu yaitu enam musuh dalam diri manusia yang harus dihindari. Pengguna narkoba berarti telah dikuasai oleh Kama (hawa nafsu), Lobha(tidak pernah puas dengan apa yang ada), Krodha(marah), Mada(mabuk),Moha(kebingungan) dan Matsarya(iri/dengki).  

Bila hal tersebut terus dibiarkan tentu tujuan kita lahir ke dunia yakni untuk mencapai kebahagiaan rohani dan kesejahteraan duniawi tidak dapat terwujud. Selain itu, kualitas diri kita pun dapat menurun. Oleh karena itu, sebagai umat Hindu khususnya generasi muda Hindu sudah sepatutnya menghindari benda terlarang tersebut. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan melakukan Yoga sebagai upaya preventif untuk mencegah pengaruh negatif dari narkoba. Seperti yang dijelaskan dalam kitab Bhagawad Gita VI, 17:

Yuktahora  viharasya, yukta costasya karmasu, yakta svapna vabodhasya yogo bhavati duhidaha.            

Artinya :
Orang yang menghindarkan diri dari makan minum yang berakohol dan narkoba, teratur dalam kebiasaan tidur, berekreasi dan bekerja dapat menghilangkan segala rasa sakit material dengan berlatih sistim yoga.

Yoga berasal dari dari kata yuj yang artinya menyatukan atau menghubungkan diri dengan Tuhan. Selain itu yoga merupakan sebuah cara untuk mengendalikan pikiran dari segala pengaruh duniawi sehingga dapat menyatu dengan Tuhan yang Maha Esa. Yoga adalah suatu jalan untuk mampu memahami hakekat diri sesungguhnya. Setelah  mampu memahami siapa diri ini maka kita akan senantiasa tulus dalam menjalani hidup. Segala pengaruh yang datang pun termasuk Narkoba tidak akan mampu menggocangkan diri karena telah memiliki kesadaran sejati.

Yoga menyelaraskan tubuh fisik, pikiran dan jiwa. Degan beryoga tubuh fisik menjadi sehat, seimbang dan vitalitas. Pada pikiran yoga meningkatkan daya ingat, konsentrasi, menajamkan tingkat intelektual dan menyeimbangkan emosi. Pada jiwa yoga membawa kesadaran, kebebasan dan pencerahan.

Dengan yoga maka seseorang dapat mengendalikan nafsu untuk tetap berbuat sewajarnya. Dimana ketika nafsu ini tidak bisa dikendalikan(Kama) maka pengaruh negatif dari narkoba tidak dapat ditolak. Ketika nafsu tersebut telah dikontrol, maka akan senantiasa merasa puas dengan apapun yang ada, yang datang dan yang kita terima. Inilah yang menghindarkan kita dari rasa rakus atau tamak(Lobha). Rasa puas dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan tersebut tentunya dapat menghindarkan diri dari sikap marah(Krodha)  dan menjadi pribadi yang penyabar.

Seorang yogin(orang yang melakukan yoga) yang telah mencapai kesadaraan tertinggi, memandang segala sesuatu adalah sama. Suka dan duka adalah sama, bahagia dan sedih adalah sama. Hal ini yang menyebabkan tidak akan pernah hanyut dalam ilusi, halusinasi atau mimpi-mimpi kosong (Mada). Yoga tidak hanya menyehatkan tubuh fisik tetapi juga dapat memperbaiki pola pikir sehingga meningkatkan konsentrasi. Dengan demikian maka terhindar dari sifat bingung atau linglung(Moha). Sifat bingung ini sangat berbahaya karena dapat mengantarkan kita pada jurang kehancuran. Ketika mampu meredam sifat bingung ini, maka kita dapat menjalani segala sesuatu dengan penuh keyakinan dengan demikian Hyang Widhi akan senantiasa menganugrahkan sesuatu yang telah kita usahakan. Hal tersebut tentunya dapat menghindarkan diri dari sifat iri/dengki terhadap kesuksesan orang lain(Matsarya).

Dengan rutin melakukan yoga kita akan terhindar dari perbuatan tidak baik (asubha karma) yang dipengaruhi oleh sad ripu. Kesucian hati dan pikiran akan selalu melekat dalam diri sehingga tidak akan terpengaruh oleh benda terlarang yang disebut narkoba. Dengan demikian, kesejahteraan hidup di dunia dapat dicapai yang selanjutnya mengantarkan kita untuk mencapai kebahagiaan rohani.

Oleh: Komang Ariani

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *