Budaya Hidup Sehat dalam Veda sebagai Pertahanan Melawan Covid-19

(Sumber Foto: https://www.kesmas.kemkes.go.id/)

Pada masa sekarang, gaya hidup sehat adalah sebuah pilihan pasti bagi setiap orang. Semua orang menginginkan untuk hidup sehat agar dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lancar tanpa keluhan rasa sakit. Banyak cara yang dilakukan untuk mendapat tubuh yang sehat, misalkan dengan rajin berolahraga, makan makanan yang bergizi dan menghindari stres.

Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga usai ini, pemerintah menghimbau masyarakat agar menjalani hidup yang sehat dan mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19. Menjalani hidup yang sehat di tengah ancaman Covid-19 yang bisa menular ini, tentu tidaklah mudah karena masyarakat harus membatasi aktivitas sosialnya di luar rumah. Pembatasan ini membuat sebagian orang merasa terkekang dan sulit beraktivitas.

Hidup Sehat Menurut Veda
Hidup sehat adalah hidup yang terbebas dari segala masalah baik jasmani (fisik) atau pun rohani (mental). Jasmani yang sehat adalah tubuh yang tidak mengalami gangguan atau rasa sakit. Begitu juga rohani yang sehat adalah jiwa yang merasa tenang dan damai. Banyak orang yang mungkin sehat jasmaninya namun rohaninya tidak dapat dipastikan sehat atau tidaknya.

Dalam Ayur Veda dikatakan bahwa sehat adalah harmoninya tubuh, pikiran dan jiwa seseorang dalam hidupnya. Tiga hal tersebut dalam Hindu dikenal dengan Tri Sarira atau tiga lapisan tubuh/badan manusia, yakni Stula Sarira (lapisan terluar atau badan kasar atau badan fisik), Suksma Sarira (badan halus, badan yang tidak dapat diraba dan dilihat disebut alam pikiran manusia atau citta) dan Antakarana Sarira (lapisan badan yang palig halus yaitu Atman). Jadi jelas bahwa hidup sehat menurut Veda adalah sehat seluruh lapisan badan pada manusia sehingga tercipta sebuah keharmonian untuk meraih kebahagian hidup.

Menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat menurut Veda di tengah pandemi
Menjaga kondisi tubuh tetap sehat dapat dilakukan melalui penerapan pola hidup sehat dengan teratur dan terkontrol. Pola hidup sehat yang dilakukan dengan disiplin dan mengikuti aturan dapat membuat seseorang menjadi sehat.

Ayur Veda adalah kitab yang di dalamnya memuat tentang bagaimana cara untuk menjadi sehat. Ayur Veda mengajarkan teknik operasi, tanaman obat, terapi dan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat yang dapat dilakukan menurut Veda adalah yang pertama dengan melakukan Yoga untuk menjaga keseimbangan dan meningkatkan kesadaran spiritual, misalkan dengan melakukan Yoga Surya Namaskar yaitu 12 pose gerakan secara berurutan yang untuk meningkatkan kesadaran serta pencerahan spiritual dengan cara menghormati dan menuja Matahari. Surya Namaskar dianggap sebagai latihan rohani yang lengkap karena meliputi asana, pranayama, mantra dan teknik meditasi untuk keseimbangan jasmani dan rohani. Yoga Surya Namaskar  ini dapat dilakukan di lingkungan rumah, jadi tidak usah khawatir  akan melanggar Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang diberlakukan di tengah pandemi.

Kedua, dengan menjaga pola makan (Ahara). Makanan yang baik menurut kitab Bhagavadgita dijelaskan pada sloka berikut:

Ayuhsattvabalarogya sukhapritivivardhanah
rasyah snigdhah sthira hridya aharah sattvikapriyah

Terjemahan:
Makanan yang memberi hidup, kekuatan, tenaga, kesehatan, kebahagiaan, dan kegembiraan yang terasa lezat, lembut, menyegarkan dan enak sangat disukai (sattvika).
(Bhagavadgita XVII.8)

Menjaga pola makan di tengah pandemi ini akan membantu tubuh untuk tetap mendapat asupan gizi sehingga dapat memenuhi kebutuhan harian tubuh. Makanan yang baik adalah makanan yang bergizi seimbang seperti yang diungkapkan pada sloka di atas. Dengan demikian, makanan yang baik adalah makanan yang berguna untuk memperpanjang hidup (ayuh), mensucikan atma (sattvika), memberi kekuatan fisik (bala), menjaga kesehatan (arogya), memberi rasa bahagia (sukha), memuaskan (priti), meningkatkan status kehidupan (vivar danah). Jadi pilihlah makanan yang baik  dan sehat sesuai dengan yang disebutkan tersebut agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

Ketiga yaitu berperilaku wajar artinya makan dengan teratur, tidak bergadang dan tidak tidur berlebihan, tidak berdekatan dengan orang yang berpenyakit menular. Artinya, waktu makan jangan sampai tertunda. Tidur yang cukup karena tubuh juga perlu beristirahat. Menjaga jarak dengan orang yang memiliki penyakit menular seperti Covid-19 yang merupakan anjuran dari pemerintah.

Keempat adalah meminum ramuan tradisional seperti jamu secara teratur (ausada) yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Pada awal maraknya Covid-19 menyerang, meminum jamu tradisional sempat menjadi pembicaraan hangat. Hal tersebut karena jamu tradisional dianggap dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Kelima yaitu dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kebersihan adalah hal penting yang harus dijaga agar segala bentuk kuman atau bakteri berbahaya tidak masuk ke tubuh dan menimbulkan penyakit. Hal sederhana yang dapat dilakukan ditengah pandemi adalah dengan mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan alir yang mengalir untuk membunuh virus Corona penyebab Covid-19.

Keenam adalah dengan menghindari stres. Stres yang berlarut dapat menimbulkan dampak yang tidak baik pada kesehatan tubuh dan jiwa. Imunitas tubuh akan menurun dan akan mudah terserang penyakit. Hindari stres dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan seperti mendengarkan musik atau bercengkrama dengan keluarga. Cara lain adalah dengan tetap berpikir positif dan selalu mengucap syukur pada-Nya.

Budaya hidup sehat tersebut telah diajarkan sejak lama dalam Veda, namun tetap relevan dilakukan hingga sekarang. Dengan menjaga pola hidup sehat dan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, niscaya tubuh akan dapat terlindungi dari penularan Covid-19.
Semoga Covid-19 segera berlalu.

Oleh: Ketut Mayu Triana

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *