Slokantara 17: Dana dan Maknanya

( Sumber : Instagram Hindu Menulis)

Tiithau daśagunam danām grahane śatamewa ca,
kanyāgate sahasrāṇi anantam yugāntakāle.

Kalinganya, yan Purnama Tilem, kāla sang sadhujana manghanakěn puṇyadāna, tunggal mulih sapuluh ika de bhatara, kunang yan candragrahana, suryagrahana, kala sang sadhu manghanaken puṇyadāna, tunggal mulih sātus ika de bhatāra, kunang yan kanyagatakala, sang sadhu menghanaken puṇyadāna, tunggal mulih sewu ika de bhatāra, kunang yan sěděng ing yugantakāla sang sādhu manghanaken puṇyadāna ika, tunggal mulih tanpa hingan ika de bhatāra, kengetakna de sang mangusir kapradhānan ika.

Dana yang diberikan dibulan Purnama dan Tilem itu menyebabkan sepuluh kali kebaikan yang diterima, jika waktu gernaha, membawa pahala seratus kali, jik dihari suci Shraddha menjadi seribu kali lipat, dan jika dilakukan di akhir Yuga, pahala kebaikan akan tidak terbatas.

Demikianlah, jika kita waktu bulan Purnama dan Tilem (bulan mati) itu para dermawan memberi sedekah balasannya akan diterima satu lawan sepuluh. Jika di waktu gerhana bulan dan gerhana matahari para dermawan memberi dana maka akan dibalas seratus kali oleh Hyang Widhi Wasa. Jika dana itu diberikan pada hari-hari pemujaan arwah leluhur, maka balasannya kepada dermawan itu akan berlipat seribu. Kalau diwaktu akhir Yuga sang dermawan memberi dana itu, maka dari satu akan kembali dalam jumlah yang tak terhitung. Inilah yang harus diingat oleh mereka yang ingin akan ketinggian jiwa hidupnya.

Referensi:
Sudharta, Tjokorda Rai. 2012. Slokantara. PT. Mabhakti: Denpasar

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *