Melahirkan Anak Suputra Menurut Ayurveda

( Gambar Instagram Hindu Menulis )

Anak-anak merupakan simbol cinta yang sesungguhnya, refleksi jiwa atau wujud orang tua, simbol keluguan dan kecantikan. Kita perlu mencurahkan kasih sayang yang sama kepada mereka, yang pada dasarnya mereka telah dikaruniani cinta sejak kecil dengan demikian mereka akan memahami kita lebih baik dan akan berkembang dalam suasana yang natural dan lingkungan yang spiritual. Kitab-kitab Ayuveda yang ditulis oleh Susruta dan Charaka, dan penulis Kamasutra yaitu Vatsyayana memberikan garis besar untuk menyiapkan suasana yang indah sebelum melahirkan anak-anak, dua tahap persiapan yang perlu dilaksanakan yaitu; sebelum dan setelah anak lahir.

Persiapan Sebelum Anak Lahir

  1. Suami dan istri perlu menyatukan diri secara mental dan kemudian fisik.
  2. Waktu melakukan hubungan seksual yang baik antara pukul 20.00 sampai pukul 23.00, atau sebelum tengah malam. Hubungan yang dilakukan harus didasari oleh rasa cinta kasih yang penuh, tulus, penyatuan pikiran, dan jiwa dengan tidak memikirkan orang lain, berbicara yang halus, diliputi penuh dengan rasa bahagia. Lingkungan ketika melakukan hubungan seksual harus dalam keadaan yang bersih, tempat tidur diselimuti dengan sprey berwarna putih, disertai harum dupa terutama dupa yang dibuat dari selasih dan mawar, cahaya ruang tidur yang temaram, mendengarkan alunan musik yang bernada lembut dan spiritual sangat dianjurkan. Suami dan istri perlu melakukan meditasi, memohon kepada Tuhan dengan memikirkan agar dianugrahkan anak yang sehat dan cerdas. Dan sebaiknya makan dua jam sebelum melakukan hubungan suami istri.
  3. Setelah melakukan hubungan koitus, suami dan istri perlu tidur dengan tenang tetapi tidak dalam keadaan tanpa busana, dan saat tidur suami dan istri memikirkan wajah masing-masing, kemudian perlahan-lahan berkonsentrasi pada pernafasan dalam posisi tidur, dan berusaha tidur sampai besok pagi.
  4. Hubungan seksual seperti ini perlu dilakukan sebulan sekali, diantara tujuh hari setelah menstruasi dan tujuh hari sebelum menstruasi. Pembersihan diri yang sangat perlu dilakukan adalah menghentikan kebiasaan merokok, tidak minum minuman beralkohol, tidak berjudi, tidak mengeksploitasi orang lain, tidak melakukan penipuan, tidak berbohong, dan lain-lain. Ketika semua perbuatan baik dilakukan dan semua kebiasaan-kebiasaan buruk dari orangtua dihindari bahkan dihentikan maka ini semua akan memberikan suasana yang damai kepada orangtua untuk saling menyatukan diri secara spiritual yang pada akhirnya akan mendukung keadaan janin agar menjadi anak yang sehat dan tampan.
  5. Buku-buku tentang etika di India menyebutkan ada enam belas tahap pembersihan yang perlu dilakukan diantaranya; beberapa jenis pembersihan diri dilakukan sebelum anak-anak lahir dan sisanya dilakukan setelah anak-anak lahir. Tujuan dari pembersihan ini adalah untuk menyiapkan dan memberikan suasana yang sejuk sehingga anak yang lahir dapat berkembang dengan kesehatan yang sempurna, pikiran yang cerdas dan sempurna, serta memiliki kualitas yang baik di masa depan.

Yang Tidak Dilakukan Oleh Orangtua

Jangan melakukan hubungan suami istri pada saat marah, lapar atau bahkan dalam keadaaan perut penuh dengan makanan, stress atau dalam keadaaan tertekan, dalam keadaan mabuk, pikiran yang penuh dengan penyesalan karena telah melakukan perbuatan dosa pada hari itu, maka hubungan seksual pada keadaan demikian perlu dihindari. Karena bilamana hubungan seksual terjadi pada keadaan sepeti di atas dan istri hamil maka anak akan lahir dalam keadaan tidak sempurna dan juga bisa lahir dengan penyakit bawaan. Sudah merupakan kewajiban dari orangtua untuk membersihkan diri dan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk sehingga anak yang lahir dalam keadaan sehat dan memiliki sifat-sifat yang baik.

Persiapan Setelah Anak Lahir

  1. Setelah anak lahir, ajarkan dia bahasa ibu, bahasa nasional, dan bahasa-bahasa yang lain.
  2. Setelah anak-anak mulai beranjak dewasa hindarkan untuk menonton tayangan televisi yang penuh dengan tayangan kriminal, program-program seksual, pembunuhan manusia, atau tayangan yang penuh dengan kekerasan lainnya. Mereka sangat perlu melihat alam semesta, burung-burung, binatang, sawah-sawah yang hijau, sehingga mereka bisa tumbuh dalam suasana yang bersih dan lingkungan yang hijau, serta memiliki rasa kasih sayang.
  3. Orangtua dianjurkan untuk menceritakan cerita-cerita yang baik, biografi-biografi orang-orang besar di dunia, menjelaskan etika-etika yang baik, memperkenalkan musik yang halus dan sekaligus memperkenalkan yoga setelah anak berumur empat tahun. Jangan menceritakan tentang hantu, riwayat hidup tentang orang-orang jahat atau cerita yang tidak baik, karena bisa memengaruhi pikiran anak yang masih perlu tumbuh sempurna.
  4. Setelah mereka berumur empat tahun ajarilah mereka berkembang dan tumbuh dalam suasana yang indah dan spiritual, dimana pada akhirnya membawa mereka hidup selama 100 tahun, melihat selama 100 tahun, mendengar selama 100 tahun, dan terbebas dari segala penyakit-penyakit fisik dan berkembang dalam pikiran yang sempurna sehingga mereka dengan mudah menghadapi kesulitan-kesulitan dan masalah-masalah di masa depan dengan tanpa perasaan tertekan dan stress.
  5. Sungguh karunia bagi anak-anak jika orangtuanya memiliki pikiran yang baik, tenang, spiritual, jujur, dan takut kepada Tuhan, penuh dengan cinta kasih, dan memiliki segala kualitas-kualitas kemanusiaan. Demikian juga seungguh karunia bagi orangtua apabila mereka memiliki anak yang sifat-sifatnya sama baiknya seperti orangtua mereka, maka anak tersebut akan melayani orangtua dan masyarakat luas dengan baik, akan menjadi pelindung bagi orang lemah dan miskin. Anak-anak tersebut suatu hari nanti akan menjadi intelektual, filsuf, dan yogi di masa yang akan dating dan pada akhirnya mereka akan menjadi contoh yang nyata bagi orang lain dan seluruh umat manusia.

Referensi:

Penulis: Dr. Somvir

Buku Yoga dan Ayurveda

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *