Bhisama-Bhisama Parisada Hindu Dharma Indonesia

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) merupakan Majelis Tertinggi Agama Hindu di Indonesia yang bersifat keagamaan, dan independen. Parisada Hindu Dharma Indonesia didirikan di Denpasar, Bali, pada hari Soma Wage Julungwangi, Purnama Palguna Masa, Saka Warsa seribu delapan ratus delapan puluh (Saka 1880) yang bertepatan dengan hari Senin tanggal dua puluh tiga bulan Februari tahun seribu sembilan ratus lima puluh sembilan (23 Februari 1959).

Tugas Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI):

  1. Membina dan melayani umat Hindu dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran suci Veda;
  2. Meningkatkan pengabdian dan peran umat Hindu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
  3. Memelihara dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan yang mendorong terwujudnya sikap dan perilaku yang bertanggungjawab, peduli, rukun, dan harmonis di lingkungan internal, antar umat beragama, dan dengan pemerintah;
  4. Memelihara dan mengembangkan kerjasama dengan setiap organisasi, badan, lembaga, dan institusi yang bergerak dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan; yang berlingkup nasional dan internasional; dan
  5. Melakukan redefinisi, reinterpretasi, dan reaktualisasi pemahaman ajaran suci Veda.

Fungsi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI):

  1. Menetapkan bhisama;
  2. Mengambil keputusan di bidang keagamaan dalam hal terdapat perbedaan pemahaman  ajaran agama dan atau dalam hal terdapat keragu-raguan mengenai masalah tersebut;
  3. Memasyarakatkan ajaran Veda, bhisama, dan keputusan-keputusan Parisada Hindu Dharma Indonesia; dan
  4. Menjadi inspirator, inisiator, dinamisator, regulator, mediator, dan stabilisator yang berkaitan dengan eksistensi umat Hindu.

Berdasarkan fungsi Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) pada point 1 (pertama) di atas, berikut adalah kumpulan Bhisama-Bhisama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI):

  1. Bhisama tentang Kesucian Pura
  2. Bhisama tentang Dana Punya
  3. Bhisama tentang Sadaka
  4. Bhisama tentang Pengamalan Catur Varna
  5. Bhisama tentang Diksa Dvijati
  6. Bhisama tentang Tata Penggunaan Sumber Daya Hayati Langka

Sumber: www.phdi.or.id

Bagikan

One thought on “Bhisama-Bhisama Parisada Hindu Dharma Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *