SARASAMUSCAYA: Putra yang Sejati

Sārasamuccaya, 228.
 
 

Durbālarthaṁ balam yasya tyāgārthaṁ ca parigrahah, Pākaṣcaivāpacitārtham pitarastena putriṇah.

Nihan singnggah anak, ikang carananing anātha, Tumulung kadang kalaran doning ṣaktinya, Dānākêna donya antuknya angarjana, Panganêning daridra donyan pasuruhan, Ikang mangakana, yatikānak ngaranya.

Artinya:
Yang dianggap anak, adalah orang yang menjadi pelindung orang yang memerlukan pertolongan serta untuk menolong kaum kerabat yang tertimpa kesengsaraan; untuk disedekahkan tujuannya, akan segala hasil usahanya, gunanya ia memasak menyediakan makanan untuk orang-orang miskin; orang yang demikian itu putra sejati namanya.

Design Quote: Komang Agus Sukra A

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *