Ksama: Sahabat Bagi Seluruh Dunia

Oṁ kṣamasvā māṁ mahādevaḥ
Sarvaprāṇi hitāṅkaraḥ
Māṁ moca sarva pāpebhyaḥ
Pālayasva sadā śiva
 
“Oṁ Sang Hyang Widhi, ampunilah hamba, Sang Hyang Widhi yang maha agung anugrahkan kesejahteraan kepada semua makhluk, bebaskanlah hamba dari segala dosa, lindungilah hamba Oṁ Sang Hang Widhi”
 
 

Dalam bait ke lima Puja Tri Sandhya yang bersumber pada Ksamamahadevastuti pemuja memohon ampun kepada Tuhan sebagai Mahadewa yang membuat kebahagiaan; memberikan keselamatan semua makhluk (sarvaprani hitankara). Mahadewa sebagai yang maha pengampun, sering dipuja dalam puja pengaksama sebagai yang maha mengampuni semua makhluk. Pemuja memohon agar dibebaskan dari semua kehinaan (papa karma, papa atma, papa sambhawa) atau segala dosa (sarva papebhyah).

Ksama dalam ajaran Dasa Yama Bratha berarti suka mengampuni, dan tahan uji dalam kehidupan, serta tidak pendendam. Sifat mengampuni selaras dengan sifat Tuhan yang maha mengampuni dalam puja Tri Sandhya dipuja sebagai Mahadeva. Dalam Panca Vara Mantra bait pertama buku Stuti dan Satava dijelaskan bahwa Mahadeva dengan saktinya Maitri memiliki Pon sebagai harinya (Maitri pvan ta Mahadeva; Pon kepunyaan Dewa Mahadeva dan Dewi Maitri).

Maitri artinya lemah lembut dalam catur paramitha. Mahadewa sebagai yang maha mengampuni dan Maitri sebagai Dewi yang memiliki Sifat lemah lembut sesungguhnya dua sifat Tuhan yang berdampingan yang tak dapat dipisahkan sebagai ardhanareswari. Keduanya merupakan perwujudan dari cinta kasih akibat leburnya sad ripu di dalam diri, kelemah lembutan merupakan cermin dari lepasnya pengaruh krodha dan kama di dalam diri. Seseorang yang dikuasai kama tak mungkin dapat menahan kemarahan khususnya pada saat keinginanya tidak tercapai. Namun berbeda bagi seseorang yang mampu menguasai kama, sifat menerima, bersyukur, pemaaf, akan nampak sehinga apapun yang dihadapi, kesabaran dan senyuman lemah lembut selalu keluar dari hati terdalam.

Pernyataaan ksamaswa maam (hendaknya engkau ampuni) memberikan petunjuk pada kita, agar memiliki sifat ksama atau mengampuni. Sifat mengampuni adalah wujud nyata kasih sayang kepada semua makhluk, sebagai wujud nyata dari ajaran ahimsa. Ksama mengajarkan kita untuk memami bahwa semuanya adalah bagian dari Tuhan itu sendiri, dimana atman yang sama ada dalam setiap makhluk. Saat ada sesorang yang dengan marahnya membentak, memaki, dan segala tindakan keji ia lakukan, seseorang yang memiliki sifat ksama akan prihatin karena melihat yang bersangkutan amat sulit keluar dari masalah dalam dirinya. Masalah yang ia cermati adalah temyata begitu sulitnya setiap orang lepas dari belenggu sad ripu.

Bhagawad Gita X.4 menyebutkan bahwa ksama merupakan salah satu sifat yang ada pada setiap makhluk yang datangnya dari Tuhan. Dalam hal ini Tuhan merupakan sumber dari semua sifat-sifat yang ada didalam setiap makhluk.

buddhir jñānam asaṁmohaḥkṣamā satyaṁ damaḥśamaḥ sukhaṁ duḥkaṁbhavo ‘bhāvobhayaṁ cābhayam eva ca

Intelek pengetahuan, kesadaran, kesabaran/mengampuni, kebenaran, mengendalikan diri, ketenagan, kesukaan, kedukaan, kelahiran, kematian, ketakutan, keberanian.

Ia yang memiliki sifat memaafkan tak akan marah atas berbagai kejadian yang menimpanya, tetapi selalu belajar, dan memandang setiap persoalan sebagai bagian dari karma. Sebab itulah saat tertimpa musibah mereka yang sadar akan semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, memohon ampunan atas segala dosa serta memohon perlindungan dari segala marabahaya kepada Tuhan. Memohon untuk dijaga karena Sang Hyang Widhi adalah penjaga semua makhluk, penguasa tertinggi atas segala yang ada, dan maha kekal (sada siva). Tuhan adalah tempat perlindungan semua makhluk dari segala marabahaya, rintangan-rintangan dalam hidup, dan terhindar dari jalan adharma.

Baca: Mantram Puja Tri Sandhya

Perlindungan kepada Sang Hyang Widhi akan membawa sesorang mencapai tujuan tertinggi seperti yang dijelaskan dalam sloka Bhagawad Gita IX.32:

maṁ hi pārtha vyapāśrityaye ‘pi syuḥ pāpa-yonayaḥ,striyo vaiśyās tathā śūdrāste ‘pi yānti parāṁ gatim.

Sebab, mereka yang berlindung pada-Ku, wahai Partha (Arjuna), walaupun mungkin berkelahiran rendah, para wanita, Waisya dan juga Sudra, mereka juga mencapai tujuan tertinggi

Sang Hyang Widhi bukan hanya maha mengampuni, maha melindungi, tetapi juga maha anugerah, menganugrahkan apa yang diperlukan oleh para bhakta-Nya. Tak satupun dari makhluk di alam semesta ini yang tidak mendapat perlindungan Hyang Widhi, setidaknya mereka yang hidup menyadari bahwa nafas adalah bentuk dari kasih dan perlindungan Tuhan. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak menyembah Tuhan, sebab Tuhan memberikan dan membawakan segalanya pada kita serta melindungi segala yang kita miliki. Bhagawad Gita IX.22 menegaskan:

ananyāś cintayanto māṁye janāḥ paryupāsate,teṣāṁ nityābhiyuktānāṁyoga-kṣemaṁ vahāmy aham

Tetapi, mereka yang memuja-Ku dan hanya bermeditasi kepada-Ku saja, kepada mereka yang senantiasa gigih demikian itu, akan Aku bawakan segala apa yang belum dimilikinya dan akan menjaga apa yang sudah dimilikinya

Mahatma Gandi dalam berbagai ceramahnya pada masa penjajahan Inggris, tidak mencela kaum bangsawan Inggris yang menjajah India, bahkan beliau selalu memuji dengan senyum yang tulus. Apa yang diyakini oleh Mahatma Gandi memang sulit ditiru oleh siapapun. Ia mampu melihat kebaikan musuhnya sekalipun, sehingga ia tidak memandang musuh sebagai musuh, tetapi memandang semua sebagai sahabat. Dalam pemahaman yang begitu dalam terhadap ahimsa, Gandi telah mampu mengubah perjuangan kemerdekaan dengan cara yang lembut dan bukan dengan tindakan kekerasan. Ia memahami bahwa pada prisipnya kekerasan hanya mampu ditundukan dengan kasih sayang dan kelemah lembutan. Sifat ksama atau mengampuni, memaafkan dengan tulus yang ada pada Gandi membuat ia dikenal sebagai Mahatma artinya yang berjiwa besar. Ia yang tidak memiliki musuh memiliki sifat pemaaf dan suka mengampuni atau ksama adalah sahabat bagi seluruh dunia.

Oleh: Gde Adnyana

Sumber: Majalah Wartam Edisi 45/November 2018 hal.49    

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *