Filosofi Rumus MATEMATIKA

Setiap mata pelajaran di sekolah tidak semuanya disukai oleh para peserta didik. Sebagian besar bahkan para peserta didik justru membencinya. Salah satu mata pelajaran yang kerap mendapat pandangan miring dari peserta didik adalah pelajaran MATEMATIKA. Bagaimana tidak pelajaran MATEMATIKA adalah salah satu mata pelajaran yang sangat sulit dan susah dipahami bagi sebagai peserta didik.

Benarkah pelajaran MATEMATIKA itu sulit. Hhhm mungkin ia mungkin juga tidak, tergantung bagaimana kemampuan individu masing-masing. Kali ini penulis coba mengangkat sebuah filosofis dari rumus MATEMATIKA. Ternyata oh ternyata rumus-rumus tersebut memiliki makna yang mungkin sebagai besar dari kita belum mengetahuinya. Yuk simak ulasan berikut!

Pertama mengapa positif bila dikali positif hasilnya POSITIF?, mengapa negatif bila dikali positif atau sebaliknya, positif dikali dengan negatif hasilnya NEGATIF?, dan mengapa negatif bila dikali dengan negatif hasilnya POSTIF?

Begini cara kerjanya. Tanda (+) positif kita ibaratkan sebagai kata “BENAR”. Begitu juga dengan tanda (-) negatif kita analogikan dengan kata “SALAH”. Maka hasilnya akan seperti ini:

Bila seseorang hendak mengatakan sesuatu yang BENAR terhadap sesuatu hal yang BENAR maka suatu tindakan yang dilakukan seseorang tersebut dikatakan sebagai tindakan yang BENAR.

Rumusnya,
+ X + = +

Bila seseorang mengatakan sesuatu yang BENAR terhadap sesuatu hal yang SALAH, begitu pula sebaliknya bila mengatakan sesuatu yang SALAH terhadap sesuatu hal yang BENAR maka suatu tindakan itu disebutt  SALAH.

Rumusnya,
+ x – = –
– x + = –

Berikutnya bila seseorang mengatakan SALAH terhadap sesuatu hal yang SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.

Rumusnya :
– x – = +

(Baca: SASIHIRA: Sayembara Siswa Hindu Nusantara)

Apa hal yang dapat kita petik dari rumus-rumu di atas? Ternyata rumus pelajaran MATEMATIKA sarat akan makna. Kebenaran yang terkandung di dalamnya itu adalah sesuatu yang pasti/exact, yang bisa kita ambil sebagai “Pelajaran Hidup”.

Untuk rumus pembagian dalam MATEMATIKA juga ternyata memiliki makna yang dalam. Penjelasannya sebagai berikut:

1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100
Sedangkan,
1÷0 = ~ ( tak terhingga)

Pemaknanya adalah sebagai berikut:

Ketika seseorang melakukan perbuatan yang BAIK, seperti melakukan sedekah, kemudian ia mengharapkan balasan atas perbuatan itu, maka semakin ia banyak berharap, hasilnya akan semakin kecil. Ilustrasinya seperti — (1/100 dan seterusnya).

Namun, ketika seseorang melakukan sesuatu dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan atau ilustrasinya (1÷0), maka hasilnya akan “Tak Terhingga (~)”. Artinya apa? Tuhan akan memberikan balasan atas keikhlasan yang kita lakukukan dengan balasan yang tak terhingga alias berkah yang sangat melimpah.

Point penting:

✔ Tatkala kita memperbaiki niat maka saat itulah Tuhan memperbaiki dan memberikan anugerah kepada keadaan kita saat ini.

✔ Tatkala kita menginginkan suatu kebaikan untuk orang lain maka kebaikan itu akan datang kepada kita dari arah yang tidak kita duga sama sekali.

✔ Tatkala kita hidup di dunia ini untuk membuat orang lain bahagia maka Tuhan akan menjadikan orang lain yang akan membahagiakan kita.

✔ Karenanya, carilah selalu celah untuk “memberi” bukan “mengambil”. Karena setiap kali kita memberi, maka di saat itulah kita akan di beri oleh Tuhan tanpa kita memintanya sekalipun.

(Baca: Budaya Metilesang Rage)

Demikianlah makna dari rumus pelajaran MATEMATIKA yang dapat kita jadikan sebagai tolak ukur dalam mengarungi lautan kehidupan yang penuh dinamika ini. Segala sesuatu yang kita hadapi pastinya akan memberikan dampak bagi kita.

Semoga tulisan ini dapat menginspirasi para pembaca yang budiman.
Semoga semua mahluk berbahagia
(Because we do CARE)

Bagikan