Tiga Cara Mengembangkan Kekayaan Perspektif Hindu

Beberapa waktu lalu penulis mencoba mengulas tentang bolehkah seorang Hindu kaya? Hari ini penulis mendapat sebuah tulisan yang sangat inspiratif dan memberikan penguatan terhadap pandangan penulis tentang perlunya manusia Hindu menjadi kaya. Berikut kutipan dan landasan sastranya.


(Sumber Foto Instagram HinduMenulis)

Jarang sekali dapat dijumpai umat Hindu yang masuk dalam daftar orang kaya Indonesia. Lantas, apakah tidak ada ajaran Hindu yang bisa menjadi pedoman untuk menjadi manusia Hindu yang kaya raya? Penulis menjadi penasaran untuk mencari dan mendalami. Rasa penasaran itupun pupus ketika menemukan sebuah sloka dalam Rg Veda yang berbunyi:

Mahas ca rayo revatas krdhi ah
(Rg Veda, X.22.15)

Artinya:
Ya, Hyang Widhi, anugerahkanlah kekayaan yang berlimpah kepada kami.  

Baca: Bolehkah Seorang Hindu Kaya?

Dalam sastra suci Veda terdapat doa yang luar biasa untuk memperoleh kekayaan yang berlimpah. Artinya, manusia Hindu memang diperkenankan untuk hidup kaya raya dengan kekayaan berlimpah. Dengan catatan tentunya kekayaan yang diperoleh dari dasar-dasar yang baik dan benar (dharma).   Setidaknya ada tiga cara untuk mengembangkan kekayaan. Ketiga cara ini pun ada tuntunannya dalam sastra suci Veda, yaitu sebagai berikut:

1. Berbisnis
Dengan menjalankan bisnis, kekayaan yang kita miliki dapat bermanfaat bagi orang lain. Di samping orang-orang yang menggunakan produk atau jasa yang kita sediakan, para pemasok dan pegawai yang kita rekrut merupakan orang-orang yang memperoleh manfaat dari kekayaan yang kita miliki. Terkait dengan bisnis, Veda juga ada mengatur sebagai berikut:

Murdhanam raya arabhe
(Rg Veda, I.24.5)

Artinya:
Kami memperoleh uang agar kami bisa mengembangkan bisnis-bisnis kami

2. Investasi
Cara lain untuk melipatgandakan kekayaan adalah dengan investasi. Melalui investasi yang menguntungkan, kekayaan yang kita miliki akan semakin meningkat dan terus meningkat. Doa agar investasi semakin dan menguntungkan tercantum dalam sastra suci Atharwa Veda yang dijelaskan sebagai berikut:

Tan me bhuyo bhavatu ma kaniyah
(Atharwa Veda, III.15.5)

Artinya:
Ya Tuhan, semoga investasi hamba senantiasa memberikan keuntungan”

Ada berbagai bentuk investasi, seperti saham, properti, logam mulia, reksa dana, dan lain-lain yang dijalani. Catatannya adalah investasi yang kita lakukan memiliki dasar hukum atau legalitas yang jelas sehingga nantinya tidak merugikan kita sendiri ataupun orang lain.

3. Dana Punia
Melalui dana punia, kita menyisihkan sebagian kekayaan yang kita miliki untuk diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Saat memberi, muncul perasaan bahagia yang berlimpah dalam hati. Perasaan berkelimpahan ini memancarkan energi positif ke alam semesta dan kemudian energi positif tersebut akan memantulkannya kembali kepada kita.

Sesuai hukum alam, kita akan menarik energi sejenis ketika kita memancarkan energi. Apabila kita memancarkan energi keberlimpahan, kita akan menarik semakin banyak keberlimpahan.

Artinya, ketika kita berdana punia, sesungguhnya kita menarik energi keberlimpahan yang dapat meningkatkan kekayaan kita.

Baca: Filosofi Rumus MATEMATIKA

Semakin ikhlas kita berdana punia, semakin kuat/besar pancaran energi positifnya. Akibatnya, kita semakin banyak menarik rezeki masuk dalam kehidupan kita. Hal ini diperkuat oleh sloka dalam sastra Atharwa Veda, III.15.6 sebagai berikut:

“Kekayaan yang didermakan untuk tujuan luhur tidak akan hilang, bahkan Hyang Widhi akan memberikan rezeki yang berlimpah kepada mereka yang berderma (berdana punia) untuk kebaikan bersama”

Semoga ketiga sloka di atas bisa menjadi pedoman kita untuk terus meningkatkan kekayaan, sehingga kekayaan kita semakin banyak memberi manfaat bagi semakin banyak orang.

Oleh: I Nyoman Widia, M.H., Ak., C.P.A.
Sekretaris Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Pengurus Harian PHDI Pusat

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *