Pikiran Bisa Jadi Teman Terbaik dan Musuh Terjahat

bandhur ātmātmanas tasya
yenātmaivātmanā jitaḥ
anātmanas tu śatrutve
vartetātmaiva śatru-vat
(Bhagavad Gita 6.6) 

“Orang yang sudah menaklukkan pikirannya, pikiran itu menjadi temannya yang paling baik; tetapi orang yang tidak menaklukkan pikirannya, pikiran menjadi musuhnya yang paling jahat.”

MANUSIA dikatakan mahluk hidup yang paling mulia, sebab dibekali oleh tiga pramana yaitu Sabda, Bayu, dan Idep. Sabda adalah suara, Bayu adalah tenaga dan Idep adalah pikiran. Dengan adanya pikiran sejatinya manusia mudah dalam menjalani kehidupannya. Namun tidaklah demikian adanya. Karena banyak orang tidak mampu mengendalikan pikirannya sehingga mereka terkadang terperosok ke dalam jurang penderitaan.

Mengendalikan pikiran tentu memerlukan suatu upaya yang keras, karena pekerjaan ini merupakan sesuatu yang gampang-gampang susah. Sering secara tidak sadar kita sudah membuat pikiran kita merusak diri/badan kita sendiri. Iri hati, dengki, cemburu, sirik, dan banyak macam hal yang sederhana tanpa kita sadari sejatinya sudah mendorong kita kedalam jurang penderitaan hanya dengan pikiran yang tak mampu kita kontrol dengan baik.
Seperti sudah diuraikan dalam Bhagavad Gita 6.6 yang menyatakan bahwa pikiran dapat menjadi sahabat paling baik dan juga musuh paling jahat. Begitu juga halnya dengan ajaran Yoga yang menyakini bahwa pikiran merupakan senjata paling utama dalam diri manusia.

Pikiran dapat menembus ruang dan waktu. Dan bahkan kecepatan pikiran mengalahkan kecepatan cahaya. Pikiran terkandang dianalogikan seperti seekor monyet yang sulit untuk berdiam disuatu tempat dan dalam waktu yang relatif lama. Karenanya perlu konsentrasi dan latihan secara rutin untuk dapat mengendalikan pikiran.

Ada banyak cara untuk melatih pikiran agar kita dapat mengendalikannya yaitu melalui yoga, japa, tapa, dan samadhi. Berpikir positif (positif thingking) juga merupakan suatu cara untuk dapat megendalikan pikiran.

Orang yang dalam hidupnya selalu perpikir postif maka niscaya pasti akan menemukan kebahagian hidup. Ketika seseorang selalu berpikir postif dalam hidupnya, maka rasa cemburu, dengki, irihati kepada orang lain niscaya tidak akan pernah timbul. Sehingga hal ini akan menyebabkan kehidupannya akan selalu dibalut dengan kebahagiaan.

Karenanya berpikirlah postif agar pikiran kita dapat menjadi sahat terbaik dalam hidup ini.
Semoga tulisan sederhana ini dapat bermanfaat.

Salam bahagia

Om santih santih santih Om

Bagikan