Karma Phala Ibarat Menyirami Sebatang Pohon

Ketika diriku kau sirami dengan pupuk (karma), maka aku akan tumbuh menjadi pohon yang tinggi dan rindang yang mampu menyejukkan (phala).

Sebagai manusia kita harus selalu yakin dan percaya akan ajaran agama yang kita anut dan jalankan. Keyakinan dan kepercayaan itu penting. Tanpa keyakinan kita tidak akan pernah dapat melakukni hidup dengan baik dan benar. Ibarat mengerjakan sebuat pekerjaan bila kita tidak yakin maka hasilnya pun tidak akan sempurna.
Hindu memiliki lima dasar keyakinan dan ketuguhan yang sering disebut dengan Panca Sraddha (panca-lima; srddha-keyakinan). Lima keyakinan itu yang pertama, Brahman atau Tuhan, bahwa umat Hindu meyakini akan adanya satu Tuhan yaitu Hyang Widhi. Kedua, Atman atau jiwa, bahwa Hindu meyakini adanya jiwa-jiwa yang menyababkan semua mahluk dapat hidup dan bergerak. Jiwa ini tak lain dan tak bukan merupakan bagian dari Tuhan itu sendiri.
Ketiga, Karma Phala (karma-perbuatan; phala-hasil), bahwa dalam setiap perjalan hidup sudah ada hukum atau aturan yang mengatur yaitu hukum sebab dan akibat. Keempat, Punarbhawa (reinkarnasi) yaitu kelahiran berulang-ulang atau lahir kembali. Mengapa? sebagai manusia tentunya tidak semua perbuatan yang kita lakukan pasti baik dan benar. Untuk itu, kita selalu diberikan kesempatan untuk selalu berbenah, memperbaiki segala perbuatan kita yang pernah kita lakukan hingga menjadi bersih. Dan, kelima, Moksa (kemerdekaan), tat kala manusia sudah mampu memberishkan dirinya dari segala perbuatan buruk yang menyelimuti dirinya maka dia akan mampu mencapai kemerdekaan yang abadi yaitu Manunggal dengan Hyang Widhi. Kembali kepada asal muasal kita.
Setiap perbuatan yang kita lakukan di dunia ini pasti akan memberikan dampak entah itu postif atau negatif, baik atau buruk. Tergantung benih apa yang kita tananam. Seperti pengibaratan di atas. Bahwasannya perbuatan (karma) itu seperti kita menyiram sebuah pohon yang baru kita tanam. Bila kita selalu menyiraminya dengan air dan pupuk, maka dia akn tumbuh menjadi sebatang pohon yang tinggi, rindah, indah dan menyejukkan (phala). Namun, bila hal sebaliknya kita lakukan. Kita tidak pernah merawatnya, tidak pernah menyiraminya dan bahkan memupuknya makan dia akan layu, kurus kering, dan bahkan mati hingga membusuk. 
Seperti itulah sebuah perbuatan (karma), bilamana kita sedari awal sudah ber-Investasi kebaikkan, maka akumulasi dari kebaikan itu akan memberikan laba (phala) yang besar, sehingga dapat memberikan kebahagiaan dalam kehidupan ini. Bukankah tujuan kita hidup adalah mencapai kebahagiaan. 
Untuk itu, mari kita belajar untuk menyirami segala perbuatan kita dengan perilaku kebajikan, sehingga nantinya akan menghasilkan pohon kebahagiaan yang sangat menyejukkan.
Om lokah samastah sukhino Bhavantu
Om Hyang Widhi, semoga semua mahluk berbahagia
Bagikan